Mahasiswa Pendiidkan Masyarakat UNJ Kaji Kepemimpinan Transformasional dalam Program Kerelawanan
by Admin Prodi S1 Pendidikan Masyarakat
Rumah Zakat Bekasi bersama PMI Kabupaten Bekasi
menyelenggarakan Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) dalam rangka
Program Kampus Relawan pada Minggu, 21 Juni 2026, bertempat di Binaul Ummah,
Bekasi. Kegiatan ini diikuti oleh 17 peserta, didukung oleh 7 relawan, serta didampingi
oleh 3 fasilitator profesional dari PMI Kabupaten Bekasi.
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen Rumah Zakat Bekasi dalam
meningkatkan kapasitas relawan muda di bidang kemanusiaan. Kegiatan ini bertujuan
membekali para relawan dengan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan dalam
memberikan pertolongan pertama kepada korban sebelum mendapatkan penanganan
medis lanjutan. Selain menjadi sarana peningkatan kompetensi relawan, kegiatan ini juga
menjadi bentuk nyata sinergi antara lembaga kemanusiaan dan mahasiswa Pendidikan
Masyarakat (Penmas) Universitas Negeri Jakarta dalam membangun masyarakat yang
lebih tanggap terhadap kondisi darurat.
Program Kampus Relawan merupakan salah satu program pembinaan relawan yang
diselenggarakan oleh Rumah Zakat sebagai upaya mencetak relawan yang memiliki
kepedulian sosial, jiwa kepemimpinan, serta kemampuan teknis dalam mendukung
berbagai aksi kemanusiaan. Melalui kolaborasi bersama PMI Kabupaten Bekasi, peserta
memperoleh kesempatan belajar secara langsung dari tenaga profesional sehingga mampu
memahami prosedur pertolongan pertama sesuai standar yang berlaku.
Pelaksanaan kegiatan dipandu oleh tiga fasilitator dari PMI Kabupaten Bekasi, yaitu
Deflora Balqis, Nova Hendriansyah, dan Riko Sawaludin. Ketiga fasilitator
menyampaikan materi secara interaktif dengan mengombinasikan penyampaian teori dan
praktik langsung sehingga peserta dapat memahami setiap prosedur secara lebih
komprehensif. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Rumah Zakat Bekasi
yang dilanjutkan dengan sambutan dari pihak PMI Kabupaten Bekasi. Setelah itu,
fasilitator menyampaikan materi mengenai konsep dasar Pertolongan Pertama Gawat
Darurat (PPGD), pentingnya keselamatan penolong sebelum memberikan bantuan, serta
prosedur penanganan korban pada berbagai kondisi kegawatdaruratan.
Materi yang diberikan meliputi Bantuan Hidup Dasar (BHD), penerapan prinsip DRS
CAB (Danger, Response, Send for Help, Circulation, Airway, Breathing), teknik
Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) atau Resusitasi Jantung Paru (RJP), penggunaan
Automated External Defibrillator (AED), pemeriksaan jalan napas (airway), pemeriksaan
pernapasan (breathing), pemeriksaan sirkulasi (circulation), pemberian napas bantuan,
penanganan korban tersedak, penggunaan first aid kit, pembalutan luka, pembidaian pada
kasus patah maupun pergeseran tulang, hingga teknik evakuasi atau pemindahan korban
secara aman sesuai prosedur pertolongan pertama.
Setelah sesi penyampaian materi, peserta mengikuti praktik secara berkelompok dengan
pendampingan langsung dari fasilitator PMI Kabupaten Bekasi. Dalam kegiatan ini, 7
relawan termasuk mahasiswa turut berperan aktif membantu fasilitator selama proses
praktik berlangsung, memastikan setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama
dalam mempraktikkan seluruh materi.
Berdasarkan hasil observasi selama kegiatan berlangsung, metode pembelajaran yang
diterapkan melalui kombinasi teori dan praktik memberikan pengalaman belajar yang
efektif bagi seluruh peserta. Antusiasme peserta terlihat sejak sesi penyampaian materi
hingga simulasi praktek, dimana peserta aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi, serta
mencoba setiap teknik pertolongan pertama secara bergantian.